What is ESG and Why It Matters for Businesses in Indonesia
April 2026
Environmental, Social, and Governance (ESG) considerations are increasingly shaping how businesses operate, manage risk, and are evaluated by investors and stakeholders. Beyond financial performance, companies are now expected to demonstrate responsible environmental practices, social accountability, and strong governance standards.
In Indonesia, awareness of ESG continues to grow as investors, regulators, and stakeholders place greater emphasis on sustainable and transparent business practices. Understanding ESG is therefore the first step toward building long-term resilience and maintaining stakeholder trust.
THE CORE PILLARS OF ESG IN BUSINESS PRACTICES
Rather than focusing solely on financial performance, ESG provides a broader perspective on how a company manages risks and value across three key areas:
- Environmental: How a business manages its impact on the natural environment. For example, energy and resource use, carbon emission, pollution, and waste.
- Social: How a company addresses its relationships and impacts on people, including occupational health and safety, employee welfare, diversity and inclusion, community engagement, and supply chain labor practices.
- Governance: How a company is governed, including board structure, executive leadership, ethics, transparency, and compliance.
Together, these pillars form a framework for assessing corporate responsibility and long-term sustainability. This comprehensive approach helps businesses identify risks and opportunities beyond the financial, aligning operations with broader stakeholder expectations.
ESG DEVELOPMENTS AND SUSTAINABILITY EXPECTATIONS IN INDONESIA
Indonesia’s national policies and regulatory initiatives are increasingly raising the bar for corporate ESG performance. In 2021 at COP26, Indonesia announced a goal of reaching net?zero greenhouse gas emissions by 2060 or sooner.
Financial regulators are also aligning corporate reporting requirements with global sustainability standards. In 2026, OJK began consulting on a mandate for ISSB-aligned sustainability reporting. The proposed draft rule would require large issuers and banks to publish sustainability reports based on PSPK 1 and 2, issued by DSK–IAI (Sustainability Standards Board of the Indonesian Institute of Accountants), starting with the 2027 reporting year.
These developments show Indonesia is raising expectations for corporate ESG transparency and performance as part of its broader climate commitments.
WHY COMPANIES SHOULD CARE ABOUT ESG
Integrating ESG into business strategies offers several tangible benefits for companies:
- Risk Management and Compliance: Proactively managing environmental and social risks helps companies stay ahead of regulations and avoid liabilities. By aligning with Indonesia’s net-zero agenda and new reporting rules, businesses reduce the risk of future penalties or stranded assets.
- Investor Confidence and Market Access: Global and local investors increasingly consider ESG when allocating capital. Companies with strong ESG practices and transparent reporting can access financing more easily and often at a lower cost, as they are viewed as lower-risk and more forward-looking.
- Reputation and Stakeholder Trust: Demonstrating commitment to sustainability builds goodwill among customers, employees, and communities. Companies that are seen as responsible are more likely to attract talent and win customer loyalty, enhancing their brand and market standing.
- Long-Term Value Creation: ESG integration encourages innovation and operational efficiency, such as developing greener products or reducing energy use. This helps companies remain resilient amid resource constraints, climate risks, and changing consumer expectations.
TURNING ESG AWARENESS TO IMPLEMENTATION
By treating ESG not just as a compliance checkbox but as a core part of their strategy, businesses position can themselves for growth and resilience. Early adoption can also serve as a competitive advantage, as more stringent standards come into effect.
As ESG considerations continue to shape business practices, Moores Rowland Indonesia helps organizations navigate ESG implementation through strategy development, sustainability reporting, and governance advisory services.
---------------------------
Memahami ESG dan Mengapa Hal Ini Penting bagi Bisnis di Indonesia
Pertimbangan Environmental, Social, and Governance (ESG) semakin membentuk cara perusahaan beroperasi, mengelola risiko, serta dinilai oleh investor dan para pemangku kepentingan. Di luar kinerja finansial, perusahaan kini juga diharapkan menunjukkan praktik lingkungan yang bertanggung jawab, akuntabilitas sosial, serta standar tata kelola yang kuat.
Di Indonesia, kesadaran terhadap ESG terus meningkat seiring dengan semakin besarnya perhatian dari investor, regulator, dan para pemangku kepentingan terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan dan transparan. Oleh karena itu, memahami ESG merupakan langkah awal untuk membangun ketahanan bisnis jangka panjang serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.
PILAR UTAMA ESG DALAM PRAKTIK BISNIS
Istilah “ESG” merujuk pada Environmental, Social, dan Governance. Alih-alih hanya berfokus pada kinerja keuangan, ESG memberikan perspektif yang lebih luas tentang bagaimana perusahaan mengelola risiko dan menciptakan nilai melalui tiga aspek utama:
- Environmental: Bagaimana perusahaan mengelola dampaknya terhadap lingkungan. Contohnya meliputi penggunaan energi dan sumber daya, emisi karbon, polusi, serta pengelolaan limbah.
- Social: Bagaimana perusahaan mengelola hubungan dan dampaknya terhadap manusia, termasuk kesehatan dan keselamatan kerja (K3), kesejahteraan karyawan, keberagaman dan inklusi, keterlibatan dengan masyarakat, serta praktik ketenagakerjaan dalam rantai pasok.
- Governance: Bagaimana perusahaan dikelola, termasuk struktur dewan, kepemimpinan eksekutif, etika bisnis, transparansi, dan kepatuhan.
Ketiga pilar ini secara bersama-sama membentuk kerangka untuk menilai tanggung jawab perusahaan dan keberlanjutan jangka panjang. Pendekatan ini membantu perusahaan mengidentifikasi risiko dan peluang di luar aspek keuangan, sekaligus menyelaraskan operasional dengan ekspektasi para pemangku kepentingan yang semakin berkembang.
PERKEMBANGAN ESG DAN EKSPEKTASI KEBERLANJUTAN DI INDONESIA
Kebijakan nasional dan berbagai inisiatif regulasi di Indonesia semakin meningkatkan standar kinerja ESG bagi dunia usaha. Pada tahun 2021 dalam forum COP26, Indonesia menyampaikan target untuk mencapai net-zero emissions pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Regulator sektor keuangan juga mulai menyelaraskan persyaratan pelaporan perusahaan dengan standar global. Pada tahun 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai melakukan konsultasi publik mengenai kewajiban pelaporan keberlanjutan yang selaras dengan standar ISSB. Dalam rancangan aturan tersebut, emiten besar dan perbankan diwajibkan untuk menyusun laporan berdasarkan standar nasional (PSPK 1 dan PSPK 2), yang diterbitkan oleh DSK – IAI (Dewan Standar Keberlanjutan - Ikatan Akuntan Indonesia), yang direncanakan mulai berlaku pada tahun pelaporan 2027.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin meningkatkan ekspektasi terhadap transparansi dan kinerja ESG perusahaan sebagai bagian dari komitmen yang lebih luas terhadap agenda perubahan iklim.
MENGAPA PERUSAHAAN PERLU MEMPERHATIKAN ESG
Mengintegrasikan ESG ke dalam strategi bisnis dapat memberikan berbagai manfaat nyata bagi perusahaan, antara lain:
- Manajemen Risiko dan Kepatuhan: Mengelola risiko lingkungan dan sosial secara proaktif membantu perusahaan tetap selangkah di depan perubahan regulasi serta menghindari potensi kewajiban hukum. Dengan menyelaraskan strategi bisnis dengan agenda net-zero Indonesia dan perkembangan aturan pelaporan, perusahaan juga dapat mengurangi risiko sanksi di masa depan atau aset yang menjadi tidak bernilai (stranded assets).
- Kepercayaan Investor dan Akses Pendanaan: Investor global maupun domestik semakin mempertimbangkan aspek ESG dalam pengambilan keputusan investasi. Perusahaan dengan praktik ESG yang kuat dan pelaporan yang transparan umumnya lebih mudah memperoleh pendanaan, bahkan sering kali dengan biaya yang lebih kompetitif karena dianggap memiliki profil risiko yang lebih baik.
- Reputasi dan Kepercayaan Pemangku Kepentingan: Komitmen terhadap keberlanjutan dapat meningkatkan kepercayaan dari pelanggan, karyawan, maupun masyarakat. Perusahaan yang dipandang bertanggung jawab cenderung lebih mudah menarik talenta berkualitas serta membangun loyalitas pelanggan, yang pada akhirnya memperkuat posisi merek di pasar.
- Penciptaan Nilai Jangka Panjang: Integrasi ESG dapat mendorong inovasi dan efisiensi operasional, misalnya melalui pengembangan produk yang lebih ramah lingkungan atau pengurangan konsumsi energi. Hal ini membantu perusahaan menjadi lebih tangguh menghadapi keterbatasan sumber daya, risiko perubahan iklim, serta perubahan preferensi konsumen.
DARI KESADARAN ESG MENUJU IMPLEMENTASI
Dengan memandang ESG bukan sekadar kewajiban kepatuhan, melainkan sebagai bagian inti dari strategi bisnis, perusahaan dapat memperkuat daya tahan sekaligus membuka peluang pertumbuhan di masa depan. Adopsi ESG sejak dini juga dapat menjadi keunggulan kompetitif seiring dengan semakin ketatnya standar keberlanjutan yang diberlakukan.
Seiring dengan semakin besarnya peran ESG dalam praktik bisnis, Moores Rowland Indonesia membantu organisasi dalam mengimplementasikan ESG melalui pengembangan strategi, penyusunan laporan keberlanjutan, serta layanan advisory di bidang tata kelola.

